HPK taruh disini
FAKTA, Konsumsi Makanan Bersantan Tetap Menyehatkan
Santan merupakan bahan makanan yang banyak digunakan di berbagai masakan khas Nusantara. Jika diolah dengan benar, santan menambah cita rasa masakan menjadi lebih nikmat disantap.
"Santan yang baik itu dari kelapa yang sudah tua. Semakin tua kelapa, lemaknya semakin banyak," ujar dr Verawati Sudarma, SpGK dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Selasa, 25 September 2018.
Meski sejak dahulu santan dianggap makanan sehat, tapi kini justru banyak orang yang khawatir menyantap masakan dengan santan. Santan dianggap berefek buruk pada kesehatan karena kolesterol. Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya, sejumlah mitos dan fakta seputar santan dikupas oleh Vera seperti berikut.
Kolesterol tinggi
Mitos. Menurut Vera, kolesterol hanya terkandung dalam bahan makanan dari hewani. Sedangkan santan berasal dari kelapa, jadi tidak ada kolesterol di dalamnya. Tapi, santan mengandung lemak yang cukup tinggi, yakni 20 persen. Lemak ini berupa lemak jenuh yang bila dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan kolesterol darah sehingga bisa menyumbat pembuluh darah. Hal ini bisa memicu penyakit jantung atau stroke.
Sebabkan kegemukan
Mitos. Dalam satu sendok santan mengandung kalori 50 persen. Sementara kita dalam sekali makan dianjurkan 300 kalori, ini setara dengan enam sendok santan. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kalori ini akan disimpan dalam bentuk lemak.
Tingkatkan daya tahan tubuh
Mitos. Memang ada penelitian yang mengatakan kelapa menghasilkan asam laurat, yaitu salah satu jenis lemak medium yang bila masuk ke tubuh akan menimbulkan efek melawan bakteri, jamur, dan virus. Jadi, ketika ada bahan berbahaya masuk ke tubuh akan dilawan sehingga imunitas meningkat. Tapi, itu hanya akan terjadi apabila kita mengonsumsi cukup banyak santan.
Dalam penelitian itu dianjurkan konsumsi virgin coconut oil 1-2 sendok. Sementara untuk menjadi virgin coconut oil dibutuhkan kelapa lima kali lipatnya, itu artinya sama dengan 15 sendok santan.
sumber
Kode Iklan 300x250
Santan merupakan bahan makanan yang banyak digunakan di berbagai masakan khas Nusantara. Jika diolah dengan benar, santan menambah cita rasa masakan menjadi lebih nikmat disantap.
"Santan yang baik itu dari kelapa yang sudah tua. Semakin tua kelapa, lemaknya semakin banyak," ujar dr Verawati Sudarma, SpGK dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Selasa, 25 September 2018.
Meski sejak dahulu santan dianggap makanan sehat, tapi kini justru banyak orang yang khawatir menyantap masakan dengan santan. Santan dianggap berefek buruk pada kesehatan karena kolesterol. Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya, sejumlah mitos dan fakta seputar santan dikupas oleh Vera seperti berikut.
Kolesterol tinggi
Mitos. Menurut Vera, kolesterol hanya terkandung dalam bahan makanan dari hewani. Sedangkan santan berasal dari kelapa, jadi tidak ada kolesterol di dalamnya. Tapi, santan mengandung lemak yang cukup tinggi, yakni 20 persen. Lemak ini berupa lemak jenuh yang bila dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan kolesterol darah sehingga bisa menyumbat pembuluh darah. Hal ini bisa memicu penyakit jantung atau stroke.
Sebabkan kegemukan
Mitos. Dalam satu sendok santan mengandung kalori 50 persen. Sementara kita dalam sekali makan dianjurkan 300 kalori, ini setara dengan enam sendok santan. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kalori ini akan disimpan dalam bentuk lemak.
Tingkatkan daya tahan tubuh
Mitos. Memang ada penelitian yang mengatakan kelapa menghasilkan asam laurat, yaitu salah satu jenis lemak medium yang bila masuk ke tubuh akan menimbulkan efek melawan bakteri, jamur, dan virus. Jadi, ketika ada bahan berbahaya masuk ke tubuh akan dilawan sehingga imunitas meningkat. Tapi, itu hanya akan terjadi apabila kita mengonsumsi cukup banyak santan.
Dalam penelitian itu dianjurkan konsumsi virgin coconut oil 1-2 sendok. Sementara untuk menjadi virgin coconut oil dibutuhkan kelapa lima kali lipatnya, itu artinya sama dengan 15 sendok santan.
sumber

