HPK taruh disini
Fakta, Bahwa Singkong mengandung Racun. Begini Trik Agar Aman Dikonsumsi
NASI merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, meski demikian masyarakat di beberapa daerah banyak yang tidak memilih mengonsumsi nasi sebagai makanan utamanya. Ya, singkong dipilih sebagai makanan pengganti nasi yang paling tepat untuk disantap.
Namun, tahukah Anda bahwa singkong merupakan salah satu makanan yang mengandung sianida yang bisa menyebabkan keracunan. Berbagai umbi seperti singkong dan beberapa varietas lainnya terbukti memiliki jumlah kandungan sianida di dalamnya.
Akar pada singkong diketahui memiliki kandungan sianida yang lebih rendah dibandingkan kulitnya. Oleh sebab itu ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengurangi racun yang dalam singkong. Menyadur dari Nation, Okezone akan menjelaskannya satu per satu.
1.Mengupas
Ini adalah salah satu metode yang paling umum digunakan dalam menyiapkan singkong untuk dikonsumsi manusia. Dengan mengelupasi kulit luar singkong, maka akan menghilangkan sejumlah besar sianida .
2.Direbus
Metode umum lainnya yang sering digunakan adalah merebus singkong. Persentase pengurangan sianida tergantung pada waktu perebusan, volume air dan ukuran potongan umbi. Jadi alangkah baiknya jika memotong singkong tersebut dengan ukuran kecil untuk menghilangkan sianida secara efisien. Merendam umbi 24 jam sebelum direbus adalah langkah penting yang dapat mengurangi kandungan sianida dalam jumlah yang cukup banyak.
3.Mengeringkannya
Anda harus memperkecil ukuran umbi dan memotongnya agar seragam dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Suhu umbi akan terpapar secara efektif dan akan mengurangi kandungan sianida ke tingkat yang lebih rendah
4.Fermentasi
Ini merupakan metode yang paling sering dipraktikkan di beberapa negara. Selama fermentasi, aktivitas mikroba akan mengurangi kandungan sianida dalam jumlah yang cukup banyak. Tentu cara ini akan menghasilkan produk dengan kualitas tekstur lebih tinggi dan palatabilitas yang lebih baik. Selain itu singkong yang difermentasi akan meningkatkan nilai gizi dan mengurangi zat beracun lainnya yang ditemukan di dalam umbi.
5.Mengesktrak pati
Metode ini melibatkan penggilingan basah dari akar singkong yang dicuci. Anda harus mencuci pati dengan saringan. Pati diendapkan dan dikeringkan dengan sinar matahari. Proses ini akan mengurangi jumlah sianida ke tingkat yang cukup besar. pasalnya, parti merupakan bahan penting dalam obat dan formulasi makanan.
sumber
Kode Iklan 300x250
NASI merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, meski demikian masyarakat di beberapa daerah banyak yang tidak memilih mengonsumsi nasi sebagai makanan utamanya. Ya, singkong dipilih sebagai makanan pengganti nasi yang paling tepat untuk disantap.
Namun, tahukah Anda bahwa singkong merupakan salah satu makanan yang mengandung sianida yang bisa menyebabkan keracunan. Berbagai umbi seperti singkong dan beberapa varietas lainnya terbukti memiliki jumlah kandungan sianida di dalamnya.
Akar pada singkong diketahui memiliki kandungan sianida yang lebih rendah dibandingkan kulitnya. Oleh sebab itu ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengurangi racun yang dalam singkong. Menyadur dari Nation, Okezone akan menjelaskannya satu per satu.
1.Mengupas
Ini adalah salah satu metode yang paling umum digunakan dalam menyiapkan singkong untuk dikonsumsi manusia. Dengan mengelupasi kulit luar singkong, maka akan menghilangkan sejumlah besar sianida .
2.Direbus
Metode umum lainnya yang sering digunakan adalah merebus singkong. Persentase pengurangan sianida tergantung pada waktu perebusan, volume air dan ukuran potongan umbi. Jadi alangkah baiknya jika memotong singkong tersebut dengan ukuran kecil untuk menghilangkan sianida secara efisien. Merendam umbi 24 jam sebelum direbus adalah langkah penting yang dapat mengurangi kandungan sianida dalam jumlah yang cukup banyak.
3.Mengeringkannya
Anda harus memperkecil ukuran umbi dan memotongnya agar seragam dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Suhu umbi akan terpapar secara efektif dan akan mengurangi kandungan sianida ke tingkat yang lebih rendah
4.Fermentasi
Ini merupakan metode yang paling sering dipraktikkan di beberapa negara. Selama fermentasi, aktivitas mikroba akan mengurangi kandungan sianida dalam jumlah yang cukup banyak. Tentu cara ini akan menghasilkan produk dengan kualitas tekstur lebih tinggi dan palatabilitas yang lebih baik. Selain itu singkong yang difermentasi akan meningkatkan nilai gizi dan mengurangi zat beracun lainnya yang ditemukan di dalam umbi.
5.Mengesktrak pati
Metode ini melibatkan penggilingan basah dari akar singkong yang dicuci. Anda harus mencuci pati dengan saringan. Pati diendapkan dan dikeringkan dengan sinar matahari. Proses ini akan mengurangi jumlah sianida ke tingkat yang cukup besar. pasalnya, parti merupakan bahan penting dalam obat dan formulasi makanan.
sumber

